Mengenal Lebih Dekat
Kampoeng Batja Jember
Kampoeng Batja Jember
Dari rak-rak buku sederhana, Kampoeng Batja Jember berkembang menjadi destinasi wisata literasi yang menghadirkan pengetahuan, budaya, dan pengalaman belajar yang bermakna.
Menumbuhkan budaya literasi bersama
Sejarah Kami.
Kampoeng Batja Jember didirikan oleh Iman Suligi, yang akrab disapa Kung Iman, sebagai bentuk kepedulian untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa membaca merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Perjalanan tempat ini bermula dari sebuah perpustakaan sederhana bernama Indonesia Membaca pada tahun 1983. Dari sana, berbagai inisiatif terus dilakukan, seperti perpustakaan keliling, persewaan komik, serta beragam kegiatan yang bertujuan meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat.
Pada tahun 2009, perpustakaan tersebut resmi bertransformasi menjadi taman baca masyarakat dengan visi membangun budaya literasi, memperluas akses belajar, dan menyediakan ruang edukasi yang terbuka bagi semua kalangan. Seiring berjalannya waktu, koleksi yang dimiliki terus bertambah hingga mencapai sekitar 4.000 buku dari berbagai bidang dan genre. Peningkatan tersebut menjadikannya tidak hanya sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga destinasi wisata edukasi berbasis literasi.
Berlokasi di Jalan Nusa Indah, Krajan, Jemberlor, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kampoeng Batja secara aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Program-program seperti wisata literasi, book circle, peminjaman buku bergilir, lomba menulis surat, dan podcast menjadi bagian dari upaya Kampoeng Batja dalam mendorong budaya membaca, memperluas wawasan, serta menciptakan ruang belajar yang interaktif dan inklusif.
Fasilitas
Kampoeng Batja Jember menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan literasi, pembelajaran, serta aktivitas pengunjung agar terasa lebih nyaman dan menyenangkan.
Kampoeng Batja memiliki ruang baca dengan suasana yang tenang sehingga mendukung aktivitas membaca maupun belajar. Penataan rak buku di ruang baca dirancang secara dinamis oleh pendirinya, Kung Iman, sehingga tata letaknya kerap berubah untuk menghadirkan suasana baru bagi pengunjung. Begitu pula dengan penempatan tempat duduk yang disesuaikan agar tetap mendukung kegiatan membaca, berdiskusi, maupun belajar. Pengunjung pun dapat menikmati berbagai koleksi buku dalam lingkungan yang terasa segar dan tidak monoton.
Museum di Kampoeng Batja Jember menyimpan berbagai koleksi barang antik, seperti telepon kuno, radio, mesin ketik, alat musik, kimono Jepang, blangkon, lukisan, boneka, hingga buku-buku sekolah zaman dulu. Koleksi-koleksi tersebut ditata dengan konsep klasik yang menghadirkan suasana nostalgia. Di sini, pengunjung dapat mengenal sejarah dan fungsi setiap benda, sekaligus melihat langsung berbagai koleksi yang kini sudah jarang ditemui.
Kampoeng Batja Jember menyediakan ruang terbuka dengan suasana yang asri untuk berbagai kegiatan. Dilengkapi pendopo sederhana, area duduk lesehan, serta dikelilingi pepohonan yang rindang, tempat ini dapat dimanfaatkan untuk diskusi, rapat, pelatihan, kegiatan sekolah, hingga pertemuan komunitas. Pengunjung juga dapat menggunakan atau memanfaatkan area ini tanpa dikenakan biaya.
Selain fasilitas literasi, Kampoeng Batja Jember juga menyediakan penginapan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana Kampoeng Batja dalam waktu lebih lama. Penginapan ini tidak memiliki tarif yang ditetapkan, namun pengunjung dapat menyisihkan sejumlah dana sebagai donasi untuk mendukung pengembangan dan pemeliharaan fasilitas penginapan.
KARYA LITERASI KAMPOENG BATJA
Sajian berbagai karya literasi dapat Anda baca dalam bulletin dan majalah Kampoeng Batja, mulai dari cerpen, puisi, review buku, quotes inspiratif, hingga informasi terkini tentang kegiatan dan budaya literasi.
Kampoeng Batja Jember menerbitkan buletin mingguan yang terbit setiap hari Kamis. Buletin ini memuat review buku, quotes, cerpen, puisi, serta berbagai informasi mengenai kegiatan Kampoeng Batja. Selain itu, Kampoeng Batja juga menerbitkan majalah yang berisi dongeng, artikel, dan cerpen sebagai wadah untuk berbagi karya dan bacaan yang menarik bagi pembaca. Kampoeng Batja merilis majalah pertama kalinya pada Desember 2025.
Scan untuk melihat karya Kampoeng Batja !